Bagi Waktu Jadi Dosen, Perempuan Ini Raup Rp 300 Juta Dari Skin Care
Foto: Dok. TLF Beauty WaterJakarta - Seorang perempuan asal Surabaya, Wina Christina (35) menjalankan bisnis skin care TLF Beauty Water. Wanita yang juga berprofesi sebagai dosen bisa menjual 7.200 botol dan meraup omzet sekitar Rp 300 juta per bulan.
Bisnis produk perawatan kulit ini dimulai pada tahun 2014. Kala itu, ia memilki pandangan gres untuk membuat sebuah produk perawatan kulit yang gampang dibawa ke mana pun ketika bepergian.
Kemudian muncul pandangan gres membuat produk perawatan kulit berbasis air yang dipakai dengan disemprotkan ke wajah dengan nama TF Miracle Water.
Memasuki tahun 2016, Wina hasilnya mendaftarkan TF Miracle Water ke hak paten merek dan Badan POM. Dikarenakan beberapa persyaratan, hasilnya produknya diubah menjadi TLF Beauty Water.
TLF ini terbuat dari panax ginseng, buah tin, daun sirih, dan daun zaitun. Meski banyak manfaatnya, namun Wina tetapkan untuk branding produk TLF ini pada skin care, tepatnya untuk penanganan jerawat.
"Sekarang kita fokus untuk jerawat. Karena jikalau terlalu banyak manfaat untuk pembeli itu, apalagi yang pemakai baru, mereka sulit percaya. Kaprikornus lebih baik mereka sendiri yang mencicipi manfaatnya, manfaat lainnya. Kaprikornus kan bisa untuk luka, untuk gatal, nah itu supaya mereka yang find out sendiri," terang Wina.
Selama 5 tahun merintis, Wina menemukan banyak pelajaran untuk menjalani bisnis skin care-nya ini. Ia yang awalnya hanya mempunyai 3 karyawan, kini sudah bisa memperkerjakan 19 orang.
Foto: Dok. TLF Beauty Water |
Wina menjalankan bisnisnya di samping menjadi dosen di jurusan International Business Management (IBM) Universitas Ciputra. Meski demikian, ia bahagia menjalankan bisnis perawatan kulitnya di samping menjadi dosen.
"Pas merintis hanya 3, kini sudah ada 19, di pabrik itu 9, di pemasaran 10. Kaprikornus sehari-harinya sudah niscaya full. Kalau wirausaha merasa lebih bertanggung jawab. Terutama sama pegawai yang sudah ikut kita, apalagi yang sudah lama. Terus ya ingin lebih berdampak. Ingin mereka lebih berkembang juga," terang Wina.
Namun, di bisnis perawatan wajah ini, berdasarkan Wina tantangannya yaitu meyakinkan pelanggan. Apalagi sebagai pemain lokal, ia merasa doktrin pelanggan yaitu hal penting dan sulit untuk diraih.
"Karena wajah kan orang banyak yang ragu. Kaprikornus meyakinkan customer itu tersulit. Masalah wajah itu kan orang sensitif. Apalagi kita UMKM, jadi nggak begitu massive iklannya. Sebenarnya jikalau dari kualitas nggak kalah lah, berani diadu. Apalagi dengan harga kita terjangkau. Kaprikornus kita ingin lebih banyak lagi orang di Indonesia mengenal TLF," imbuh dia.
TLF Beauty Water sendiri ia banderol dengan harga Rp 50.000 per botol yang berukuran 100 mililiter (ml). Adapun pemasarannya, ia menjual TLF Beauty Water di 400 apotek yang berlokasi di wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik. Sedangkan untuk di luar kota melalui reseller, serta penjualan online di e-commerce dan media sosial.
"Di semua sih, online, dan offline. Nah jikalau di offline ini lewat reseller/agen jikalau untuk luar kota. Kalau Surabaya, Sidoarjo, Gresik itu kita masuk di 400 apotik. Secara penjualan itu kontribusinya E-commerce 50%, 25% nya di distributor kita, 25% di sosial media Instagram. Kami jual di semua e-commerce, Tokopedia, Lazada, Shopee, Blibli, JD.id, dan BukaLapak," ungkapnya.
Per bulannya, penjualan TLF Beauty Water ini tembus sekitar 150 dus atau 7.200 botol. Omzet yang ia peroleh dengan penjualan tersebut sekitar Rp 300 juta/bulan.
"Sekitar 150 dus, dikali 48 pcs per dusnya. Omzet kini itu kurang lebih Rp 300 juta per bulan," pungkas Wina.
Simak Video "Doyan Traveling, Ini Skin Care yang Wajib Dibawa Shireen Sungkar"
[Gambas:Video 20detik]
âââPromosikan bisnis kamu, âââdetik ini jugaââ di adsmart.detik.com
Sumber detik.com

Comments
Post a Comment