Posts

Showing posts from December, 2019

4 Sekawan Ini Raup Omzet Puluhan Juta Jualan Cincin Kayu

Image
Foto: Dok. Holly Chopper Jakarta - Punya wangsit untuk memulai usaha, maka segera realisasikan, meskipun Anda masih kuliah dan belum berpenghasilan. Seperti empat sekawan asal Bandung, Erlangga, Yessa, Yovan dan Reynaly. Keempat orang itu tak ragu mendirikan bisnis meski masih duduk di dingklik kuliah yang mereka. Bisnis aksesoris mulai dari cincin dan kalung itu diberi nama Holly Chopper. Erlangga menjelaskan, awalnya ia dan ketiga temannya itu memang sangat gemar menggunakan aksesoris kalung dan cincin. Kemudian mereka iseng untuk menciptakan aksesoris sendiri. "Akhirnya terpikirkan untuk menciptakan cincin 3D handmade dan diukir," ungkapnya kepada detikcom ibarat ditulis Selasa (30/12/2019). Pada 2015, keempat cowok itu mulai mendirikan Holly Chopper. Modal mereka terbatas, masing-masing hanya mengeluarkan uang Rp 500 ribu dari hasil menyisihkan uang saku mereka. Berbekal modal Rp 2 juta, mereka mulai produksi beberapa model cincin 3D dengan kuantiti yang terbatas. M...

Bisnis Karangan Bunga Perempuan Manis Ini Rambah Papua Sampai Malaysia

Image
Foto: Kerajinan Karangan Bunga yang Tembus Ekspor ke Malaysia (Istimewa/Dok:Bloomster) Jakarta - Dianisa Rizkika atau biasa disapa Ninis warga Jakarta Selatan dapat dikatakan gres 'kemarin sore' terjun ke bisnis kerajinan bunga kering. Namun siapa sangka, bisnis yang seumur jagung ini dapat menghasilkan omzet lumayan, jutaan rupiah. Wanita anggun 25 tahun ini bercerita, membangun bisnis kerajinan bunga kering dengan nama Bloomster sekitar April 2018. Ia mengaku, awal mula terjun ke dunia bisnis sebab punya hobi menciptakan kerajinan, termasuk kerajinan bunga kering. Awalnya, ia bergelut di bisnis ini dengan menjual karangan bunga kering (bouquet). Bunga-bunga itu ia datangkan dari pemasok untuk kemudian ia rangkai. Baca juga: Mantan Tukang Las Sukses Bisnis Parfum Rp 70 Juta/Bulan Sebagai tahap awal, ia bilang, karangan bunga itu ia jual di program wisuda daerah kuliahnya dulu, Institut Teknologi Bandung (ITB). "Jadi awalnya, saya memang anak teknik ITB, tapi saya mem...

Bagi Waktu Jadi Dosen, Perempuan Ini Raup Rp 300 Juta Dari Skin Care

Image
Foto: Dok. TLF Beauty Water Jakarta - Seorang perempuan asal Surabaya, Wina Christina (35) menjalankan bisnis skin care TLF Beauty Water. Wanita yang juga berprofesi sebagai dosen bisa menjual 7.200 botol dan meraup omzet sekitar Rp 300 juta per bulan. Bisnis produk perawatan kulit ini dimulai pada tahun 2014. Kala itu, ia memilki pandangan gres untuk membuat sebuah produk perawatan kulit yang gampang dibawa ke mana pun ketika bepergian. Kemudian muncul pandangan gres membuat produk perawatan kulit berbasis air yang dipakai dengan disemprotkan ke wajah dengan nama TF Miracle Water. "Mulainya 2014. Produk pertama TF Miracle Water itu. Dulu namanya TF, abreviasi dari Taman Firdaus. Karena filosofinya kita dari bahan-bahan di Taman Firdaus sehingga bisa bermanfaat dan ajaib. Hanya saja sebab dari akta merek nggak bisa pakai nama TF, hasilnya diubah menjadi TLF, True Love in Family," kata Wina ketika dihubungi detikcom , Selasa (31/12/2019). Baca juga: Jual Sambal Modal Rp 2...

Jual Sambal Modal Rp 200.000, Laki-Laki Ini Raup Omzet Belasan Juta/Bulan

Image
Foto: Dok: Sambal Inohong Jakarta - Mendapat pekerjaan dengan honor tinggi tidak menjamin seseorang betah dalam menjalani kehidupan sehari-harinya. Seperti yang terjadi pada Yusep Abdurahman. Pria penyandang gelar sarjana manajemen niaga UNPAD ini rela melepas pekerjaan besarnya untuk menjadi pengusaha. Dia ketika ini menjual sambal dengan merek Bandung Inohong semenjak 2016. Sebelumnya beliau bekerja kapal pesiar Holland America Line sebagai housekeeping yang mempunyai penghasilan sekitar Rp 8,5 juta per bulannya, kemudian pernah juga menjadi guru bahasa Inggris di SMP, SMA, dan private, serta team riset and development (R&D) di Grup CRP yang membawahi Up Normal, Nasi Goreng Mafia, Bakso Budjangan dan lainnya. "Saya cinta sambal dan makan tampa sambal itu nggak afdol, saya yakin banyak orang Indonesia dan Asia yang sama menyerupai saya" kata Yusef kepada detikcom , Jakarta, Selasa (31/12/2019). Menurut dia, sambal merupakan perjuangan yang mempunyai prospek besar di...

Sering Gagal Berbisnis, Perjaka Ini Kantongi Rp 1 M Jualan Seblak

Image
Foto: Dok Pribadi Seblak Edun Jakarta - Mau jadi pengusaha sukses beromzet besar memang perlu perjuangan. Jangan harap usaha sanggup terus eksis jikalau gampang menyerah. Selain itu, konsisten dan yakin juga jadi kunci sanggup mendulang kesuksesan. Setidaknya itu yang dilakukan oleh Happy Yosera, pengusaha masakan khas Bandung, yaitu seblak yang mengadu nasib di Jakarta. Happy panggilan akrabnya, sudah berjualan seblak semenjak 5 tahun lalu. Pria berdarah Sunda ini bercerita, awalnya ia membuka 2 gerai seblak di daerah Jakarta Timur. Kala itu, masakan yang khas dengan rasanya yang pedas ini belum begitu menjamur menyerupai sekarang. Seblaknya diberi nama Seblak Edun. Edun berarti absurd yang menggambarkan verbal ketika mencicipi kepedasan panganan ini. Karena belum pede dan cukup modal untuk merekrut karyawan, ia dan istri harus terjun langsung berjualan. Peralatan masak pun ia pakai milik pribadi. "Modalnya cuma Rp 400 ribu ketika itu. Beli kerupuk, bumbu-bumbu dan lainnya,...

Wamen Bumn Minta Bri Dorong Umkm Ke Pasar Global

Image
Foto: Alfi Kholisdinuka Jakarta - Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mendorong supaya Bank BRI membangun kompetensi Usaha mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam melaksanakan business matching, salah satunya melalui BRI Institute. Hal ini dilakukan supaya pelaku UMKM sanggup menyesuaikan diri terhadap dinamika dan tren pasar yang tengah berkembang. "Kita mau BRI ini bukan hanya dari sisi kredit tapi training dan kurasi produk unggulan ke global market. Karena kita ingin Indonesia nanti 2-3 tahun ke depan makin banyak UMKM bermain di level global," ungkapnya di sela-sela penutupan BRIFFEST, di JCC Jakarta, Minggu (22/12/2019). Menurut Kartika, ketika ini banyak tantangan yang harus dihadapi oleh setiap pelaku UMKM dalam menyebarkan bisnisnya. Salah satunya soal desain dan pengemasan yang terbaru mengikuti selera zaman. Baca juga: 3 Hari Pameran, UMKM Binaan BRI Catat Transaksi Bisnis Rp 508 M "Tidak lagi memakai produk masa kemudian tetapi yang tren di dunia, meny...

Mantan Tukang Las Sukses Bisnis Parfum Rp 70 Juta/Bulan

Image
Foto: Parfum Batik (Herdi Alif Al Hikam/detikFinance) Jakarta - Angga Pratama, merupakan salah satu dari sekian pengusaha yang sukses di Indonesia. Usaha Angga bergerak dalam industri wewangian, alias parfum. Uniknya, Angga menyatukan bahan-bahan tradisional dalam ramuan parfumnya, beliau menamai produknya dengan sebutan Parfum Batik. Jiwa perjuangan Angga memang tidak perlu lagi dipertanyakan, selama 12 tahun Angga sudah bejibaku menjadi seorang penjaja parfum. Bahkan, semua dilakukannya dari nol, dari yang cuma jadi reseller produk parfum impor hingga akibatnya punya toko sendiri. "Saya pernah kerja menjadi buruh pabrik las, sales alat penghisap debu, sopir, dan penjaga toko kaset. Hingga hingga lah pada tahun 2007, saya memberanikan perjuangan kecil-kecilan menjadi reseller parfum impor dan alhamdulillah terus berkembang pesat hingga mempunya toko sendiri," kisah Angga kepada detikcom . Foto: Parfum Batik (Herdi Alif Al Hikam/detikFinance) Mencium aneka macam harum pa...

Dapat Cuan Dari Bisnis Kurir Asi

Image
Ilustrasi/Foto: iStock Jakarta - Berawal dari peristiwa alam yang menimpa anaknya ketika bayi, Prandityo Hangrengo sekarang mempunyai bisnis Antar ASI Daily Care (AADC). Meski belum begitu besar, setidaknya ia berhasil mengubah duduk kasus menjadi peluang bisnis. AADC resmi dijalankannya 2 Maret 2017. Ide ini muncul dari permasalahan yang menimpa anaknya yang gres lahir. "Berangkat dari permasalahan anak yang didiagnosa dokter ada gangguan pada tongue tie dan lip tie, hingga tidak sanggup menyusu secara direct ke bundanya," kata laki-laki yang dekat disapa Tyo kepada detikcom , Senin (30/12/2019). Dengan permasalahan itu, Tyo dan istrinya harus mencari pendonor ASI untuk anaknya. Saat itu dirinya mengalami kesulitan untuk mendapatkan layanan antar ASI sebab kesibukannya. Baca juga: Bisnis Karangan Bunga Wanita Cantik Ini Rambah Papua hingga Malaysia Tyo kala itu berpikir bahwa ada peluang perjuangan dari duduk kasus yang menimpanya. Kebetulan juga ketika itu Tyo sedang ...

3 Hari Pameran, Umkm Binaan Bri Catat Transaksi Bisnis Rp 508 M

Image
Foto: Alfi Kholisdinuka Jakarta - Direktur Utama Bank BRI Sunarso mengungkapkan selama gelaran Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Export BRILian Preneur, Bank BRI telah berhasil memfasilitasi terjadinya transaksi bisnis hingga Rp 508 miliar. Hal itu jauh melebihi sasaran yang ditetapkan sebelumnya yakni senilai US$ 25 juta atau Rp 350 Miliar. "Target kami sebetulnya dua hari ini nggak muluk-muluk. Ada deal bisnis 25 juta dolar saja kita sudah senang. Tapi Alhamdulillah aku sanggup laporan hari ini total transaksi selama 3 hari ini Rp 508 miliar," ungkapnya dikala laporan epilog BRIFFEST 2019, di JCC Jakarta, Minggu (22/12/2019). Menurutnya, UMKM masih mempunyai peranan terhadap bantuan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Karena itu, segala dilema yang dihadapi oleh UMKM harus segera diatasi sehingga menunjukkan peluang ekonomi terbuka lebar bagi masyarakat. Baca juga: UMKM Siap Unjuk Gigi di Pasar Internasional Lewat BRILian Preneur "Kita tahu 98% perjuangan kita bentukny...

Fakta Seputar Garuda Tauberes Yang Ternyata Terinspirasi Milenial

Image
Ilustrasi Garuda Indonesia/Foto: Dok. Airbus Jakarta - Belakangan publik ramai membicarakan cucu perjuangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) yang berjulukan PT Garuda Tauberes Indonesia . Banyak yang menerka cucu perjuangan maskapai pelat merah itu hanya dibentuk asal-asalan karena namanya yang unik. Ternyata, nama cucu perjuangan yang sempat menciptakan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir ngakak tersebut, punya kependekan yang bekerjsama menggambarkan bisnis perusahaan tersebut. "Tauberes ini bekerjsama singkatan, T transportation, A airlines, U utilities, B beneficial, E effective, R reliable, E efficient, S itu safe. Jadi, Tauberes bekerjsama kita memanfaatkan transportasi menurut pesawat biar menciptakan orang lebih untung, efektif, efisien, terjaga dan aman," ujar Inisiator sekaligus Direktur Teknologi Garuda Tauberes Indonesia, Gisneo Pratala kepada detikcom , Selasa (17/12/2019). Baca juga: Soal JNE, Bos Garuda Tauberes Beri Klarifikasi D...

Pertamina Kembangkan Kilang Tppi Jadi Industri Petrokimia

Image
Foto: pertamina Jakarta - Pertamina siap berbagi area kilang PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur menjadi sentra industri petrokimia yang terintegrasi dengan kilang nasional. Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menyatakan peluang pasar bisnis petrokimia di Indonesia sekitar Rp 40- 50 triliun per tahun. Selain itu, bisnis petrokimia mempunyai margin lebih tinggi dibanding BBM. "Pembangunan komplek industri Petrokimia akan lebih menjamin keberlanjutan bisnis perseroan, alasannya ialah sesuai dengan tren bisnis masa depan," ujar Nicke dalam keterangan tertulis, Sabtu (21/12/2019). Baca juga: Ribuan Pasukan Gabungan Disiagakan dalam Kunker Presiden ke Tuban Presiden Jokowi didampingi Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan Direktur Utama Tuban Petro meninjau eksklusif tempat TPPI yang akan dikembangkan menjadi industri petrokimia nasional di Tuban. Pembangunan industri petrokimia, kata Nicke, akan lebih efisien alasannya ialah...

Mengintip Rencana Besar Pertamina Untuk Tuban Petro

Image
Foto: Jokowi di Tuban Petro (Ainur Rofiq/detikcom) Tuban - Pertamina siap berbagi area kilang PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur menjadi sentra industri petrokimia yang terintegrasi dengan kilang nasional. Presiden Jokowi didampingi Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan Direktur Utama Tuban Petro meninjau eksklusif tempat TPPI yang akan dikembangkan menjadi industri petrokimia nasional di Tuban, Sabtu (21/12) Nicke Widyawati menyatakan peluang pasar bisnis petrokimia di Indonesia sekitar Rp 40 - 50 triliun per tahun. Selain itu, bisnis petrokimia mempunyai margin lebih tinggi dibanding BBM. "Pembangunan komplek industri Petrokimia akan lebih menjamin keberlanjutan bisnis perseroan, sebab sesuai dengan animo bisnis masa depan," ucap Nicke. Di TPPI Tuban ( 21/12/2019). Baca juga: Pertamina Kuasai Tuban Petro, Airlangga Ramal Hemat Devisa Rp 16,7 T Pembangunan industri Petrokimia, lanjut Nicke, juga akan lebih efisien sebab ...

Ada Peluang Truk Dan Bus Dapat Lewat Japek Layang

Image
Foto: Agung Pambudhy Jakarta - Tol layang Jakarta-Cikampek (Japek) ketika ini hanya dibuka khusus untuk kendaraan yang tingginya tidak lebih dari 2,1 m. Artinya, hanya kendaraan langsung yang dapat melintas di jalur ini. Meski begitu, Direktur Operasional PT Waskita Karya (Persero) Bambang Rianto mengatakan, dari sisi struktur tol Japek layang ini berpengaruh dilintasi semua jenis kendaraan. Termasuk untuk bus dan truk. "Kalau dari sisi desain, dari sisi kekuatan, dari sisi keamanan, ini dipergunakan untuk semua jenis kendaraan. Kaprikornus semua bisa, boleh masuk, ini dari sisi struktur. Dari sisi struktur, dari sisi kekuatan konstruksinya," kata Bambang kepada detikcom pekan ini. Baca juga: Ssst...Ini Bocoran Tarif Tol Japek Layang Menurutnya, pembatasan kendaraan yang dilakukan ketika ini hanya bersifat sementara. Ia menilai pembatasan ini niscaya telah dipertimbangkan dengan matang oleh pihak Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). Karena itu, kata Bambang, ke depannya masih...